Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Sunday, August 5, 2012

Maman Abdulrahman Batal Merapat Ke Sriwijaya FC

Niatan Sriwijaya FC untuk mendapatkan bek andalan Persib Bandung Maman Abdurahman sepertinya tidak akan terwujud setelah tak kunjung menemukan kata sepakat. Faktor harga ditengarai menjadi penyebab utamanya, sehingga Maman belum mau menerima tawaran Sriwijaya FC meskipun pada awalnya sempat memberikan sinyal positif.

Hal ini pun tidak dibantah oleh Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin di Palembang, Selasa (16/8).

"Tawaran Maman masih terlalu tinggi bagi kami, sepertinya kami harus melupakan dia. Lagi pula, Maman sendiri sepertinya masih memprioritaskan Persib," kata Hendri.

Sriwijaya FC tidak begitu kecewa atas kegagalan mendapatkan Maman, karena memang tidak memasukkan mantan skuad timnas itu dalam daftar utama buruan untuk musim ini. Saat ini, manajemen SFC sedang berusaha mendapatkan bek Persipura Jayapura Hamkah Hamzah.

Peluang cukup terbuka, karena sinyal positif telah diberikan Hamkah ke manajemen SFC.

"Hamkah telah menunjukkan minatnya karena kami menjadikan bakal menjadi skuad utama. Tapi, dia harus menyelesaikan kontrak terlebih dahulu dengan Persipura hingga awal September."

Sementara itu Sriwijaya FC masih mencari pengganti dua pemain sayap Oktovianus Maniani dan Arif Suyono yang dipastikan meninggalkan Palembang.

Okto sengaja dilepas karena dipandang terlalu bersikap individual saat di lapangan dan sering bertindak indisipliner, sementara Arif karena ingin bergabung dengan Arema Indonesia yang bermarkas di kampung halamannya.

Untuk itu, mau tak mau manajemen SFC harus berburu pemain untuk mengantikan posisi Okto dan Arif. Hanya saja, yang patut digarisbawahi, pemain pengganti harus memiliki kualitas sepadan sehingga tetap membuat barisan tengah tetap solid.

Beberapa nama sempat menyeruak seperti Siswanto (Persib) dan M Ilham (Persija) yang menjadi bidikan manajemen SFC. Terayar adalah M Nasuha dari Persija Jakarta.

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi tak menyangkal pihaknya tengah berburu pemain sayap.

"Memang ada beberapa pemain yang sedang kami buru dan sedang dalam tahapan negosiasi. Mengenai siapa pemain yang dibidik, belum bisa diungkapkan karena baru sebatas negosiasi awal, lagi pula masih banyak pilihan dan belum mengerucut," kata Kas di Palembang, Rabu (17/8).

Menurut Kas, pemain andalan Persija Jakarta M Nasuha telah memberikan sinyal positif untuk kembali memperkuat Laskar Wong Kito.

"Saya berharap negosiasi dengan Nasuha berujung kesepakatan," tukas mantan pemain timnas ini.(gk-23)

 GO

Boaz Absen Bela Indonesia

Striker andalan tim nasional Indonesia Boaz Solossa dipastikan tidak akan memperkuat timnas senior saat menjalani laga uji coba menghadapi Palestina hari ini (22/08) di stadion Manahan Solo, karena pulang ke Papua untuk sementara.

Boaz mengikuti jejak rekan satu klubnya di Persipura Jayapura, Ian Kabes, yang memilih pulang ke Papua karena alasan keluarga. Menurut Media Officer Timnas Indonesia Desy Christina, Boaz mendatangi kamar pelatih Timnas Wim Rijsbergen dan mengutarakan permohonannya agar diizinkan pulang ke Papua karena urusan keluarga yang sangat mendesak ditambah kondisi istri yang tengah hamil besar."Saya sebenarnya ingin bertahan, tetapi sama dengan Kabes, urusan keluarga sudah sangat mendesak. Karena itu, saya meminta agar diizinkan pulang," ungkap Boaz kepada manajemen timnas Pra-Piala Dunia.

Pelatih timnas Wim Rijsbergen akhirnya mengizinkan Boaz untuk pulang kampung, setelah sang pemain menyatakan bahwa dia akan kembali bergabung sebelum laga menghadapi Bahrain, pada tanggal 6 September mendatang.

"Tidak bisa dipungkiri, kita memang akan kehilangan Boaz, Namun, saya percaya dengan materi pemain tersisa. Mereka semua memiliki kualitas masing-masing," kata Wim Rijsbergen.

 GO

Friday, August 3, 2012

Indonesia Cari Poin Di Yordania

Meski hanya berstatus uji coba, timnas Indonesia tetap ingin mencari poin dalam laga lawan Yordania, di Stadion Internasional Amman, Sabtu (27/8). Raihan poin yang dikejar tentu untuk modal penghitungan peringkat Indonesia di FIFA dan AFC, per 21 September mendatang.

Untuk peringkat FIFA dan AFC per Agustus yang dirilis kemarin, Indonesia berhasil naik enam tingkat. Jika sebelumnya Bambang Pamungkas dan kawan-kawan berada di urutan ke-137, maka untuk Agustus ini peringkatnya naik ke posisi 131.

Lonjakan peringkat itu tak lepas dari perhitungan poin dua pertandingan lawan Turkmenistan, di putaran kedua Pra-Piala Dunia (PPD) 2014 zona Asia. Meski peringkat Indonesia naik secara signifikan, tetapi pemeringkatan itu bagi timnas masih fluktuatif.

 GO

Wim Berharap Belajar Banyak Atas Yordania

Pelatih tim nasional Indonesia Wim Rijsbergen berharap para pemain belajar banyak dari uji coba melawan Jordania, yang berakhir 1-0 untuk tuan rumah, Minggu (28/8/2011) dini hari WIB di Amman International Stadium. Tim Merah Putih diharapkan tampil lebih baik dengan permainan yang lebih solid saat melawan Iran di stadion Azadi, Teheran, pada 2 September.

"Di babak pertama kami punya banyak peluang, sayang gagal dan di babak kedua kita tidak terorganisasi," ujar Rijsbergen dalam siaran pers Media Officer Timnas dari Amman.

"Saya berharap pemain dapat belajar banyak dari pertandingan ini, dan membuat perbedaan ke depannya. Kita terlalu banyak kehilangan bola mudah tanpa tekanan. Namun, ini bukan pertandingan sebenarnya. Kita masih bisa memulai lagi di Iran," tutur Rijsbergen optimistis.

Laga uji coba melawan Jordania merupakan persiapan terakhir untuk melihat strategi permainan melawan Iran. Rijsbergen menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan strategi bertahan lebih dominan. Tekanan terhadap lawan dibangun melalui serangan balik.

Dalam uji coba melawan Jordania, serangan balik tim Merah Putih belum maksimal, terutama kecepatan tusukan melalui kedua sayap. Secara umum pertahanan Indonesia disiplin dan sulit ditembus penyerang Jordania.

Gol Jordania juga bukan tercipta dari koordinasi serangan yang menembus pertahanan Indonesia. Gol lahir dari tendangan sudut Abdullah Deeb yang langsung masuk ke gawang setelah membentur tiang kiri atas. Posisi kiper Markus Haris Maulana sudah tepat, usahanya menepis si kulit bundar juga nyaris mengenai bola.

 GO

Kelelahan Jadi Factor Utama Kekalahan Timnas

Pelatih Wim Rijsbergen mengakui kekalahan timnas Indonesia dari Iran semalam (2/9) disebabkan faktor kelelahan fisik. Hal ini cukup disayangkan karena pada babak pertama sebenarnya tim Merah Putih masih bisa menahan gempuran para pemain Iran.

"Ya, pada babak pertama anak-anak bermain bagus, tapi secara fisik belum maksimal. Anak-anak sebenarnya sudah berusaha keras, tapi memang fisik mereka kurang mendukung sehingga sering kalah dalam perebutan bola," jelas Wim lewat media officer Timnas, Desy Christina.

Kekalahan dari Iran tak lantas menutup asa Garuda. Pasalnya, Indonesia masih mungkin untuk membalas kekalahan ini di kandang ketika balik menjamu Iran.

"Pertandingan kandang dan tandang memiliki efek yang berbeda. Kita di Indonesia punya suporter banyak dan luar biasa. Di pertandingan kandang kami akan berusaha mencuri poin kemenangan. Peluang lolos fase grup masih terbuka," lanjut Wim.

Namun, sebelum itu timnas Indonesia terlebih dahulu harus bersiap menghadapi tantangan dari tim tamu Bahrain. Pada Selasa (6/9) nanti, anak-anak asuhan Wim bakal menghadapi Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

 GO

Boaz Berikan Janji Pada Indonesia

Striker Boaz Solossa berkomitmen penuh membela kesebelasan nasional Indonesia. Pemain Persipura Jayapura itu berjanji memberikan yang terbaik untuk bangsa dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup E zona Asia, Selasa (6/9/2011).

"Saya telah berkomunikasi dengan dia. Sudahlah, sekarang persoalannya sudah selesai. Dia juga berjanji berbuat yang terbaik untuk bangsa ini," jelas Penanggung Jawab Timnas Bernhard Limbong, Senin (5/9/2011).

Dengan alasan keluarga, Boaz memilih tidak memperkuat timnas dalam laga uji coba melawan Palestina dan Jordania. Pencetak gol terbanyak Liga Super Indonesia itu juga absen dalam duel perdana Indonesia versus Iran, Jumat (2/9/2011).

Karena sikap Boaz tersebut, Limbong bertemu dengan Boaz untuk menanyakan komitmen penyerang asal Papua itu dalam membela timnas. Limbong juga menyatakan bahwa Boaz akan memberikan pernyataan tertulis terkait komitmennya membela tim "Merah Putih".

Ketika disinggung masalah tersebut, Limbong mengatakan, "Saya kira itu urusan saya dengan yang bersangkutan. Dia benar-benar ada urusan keluarga dan sekarang sudah selesai. Dia berjanji tidak akan membuat hal yang sama lagi di masa yang akan datang."

Selain Boaz, gelandang Ahmad Bustomi dipastikan tampil pada pertandingan besok. Kedua pemain tersebut diharapkan mampu menambah daya gedor pasukan Merah Putih.

 GO

Naturalisasi Greg Nwokolo dan 5 Pemain Lainnya Sudah Beres

Enam pemain asing yang sebelumnya menjalani proses naturalisasi, kini prosesnya dikabarkan mencapai tahap akhir, yakni tahap pengambilan sumpah.

Sebelumnya, enam pemain, antara lain, Tonny Kusel, Sergio van Dijk, Jhonny van Beukering dan Stefano Lilipaly dan dua pemain yang sudah tak asing lagi di Indonesia, Victor Igbonefo (Persipura Jayapura) dan Greg Nwokolo (Persija Jakarta), menjalani proses naturalisasi yang cukup panjang.

Kini, setelah Surat Pertimbangan Kewarganegaraan Republik Indonesia yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang telah ditandatangani dalam sebuah Keppres, keenam pemain tersebut siap didaftarkan kepada FIFA untuk masuk dalam skuad Timnas Indonesia yang berlaga di Pra Piala Dunia 2014.

"Untuk para pemain yang akan dinaturalisasi itu Keppres-nya sudah turun dari Presiden dan bisa segera disumpah, untuk kapan disumpahnya saya belum tahu kapan" ujar Nurhikmat Hamzah, Kasubdit Naturalisasi Pewarganegaraan Direktorat Tatanegara Dirjen Administrasi Hukum Umum Kemenkum HAM.

Secara terpisah, Ketum PSSI, Djohar Arifin mengungkapkan bahwa para pemain naturalisasi tersebut bisa masuk dalam skuad Timnas Senior untuk menggantikan pemain-pemain yang sedang cedera.

"Masih bisa didaftarkan, setidaknya seminggu sebelum pertandingan," jelas Djohar, Jumat (09/9), di kantor PSSI.

Namun, Djohar juga tetap menyerahkan keputusan tersebut kepada pelatih timnas, Wim Rijsbergen, apakah akan memasukkan mereka atau tidak.

 GO

Thursday, August 2, 2012

Pelatih Arbil SC Akui Tak Mudah Kalahkan Persipura

Pelatih Arbil FC Ayoub Od Bacham menyambut gembira kemenangan timnya tas Persipura Jayapura. Disaksikan ribuan suporter Persipura yang memadati Stadion Mandalam Jayapura, Papua, sore tadi (Selasa 13 September 2011), tim asal Irak menang tipis 2-1.

"Saya gembira dengan kemenangan ini. Terus terang, ini adalah pertandingan yang sulit bagi kami karena sehari sebelumnya melakukan perjalanan panjang selama 20 jam dari Malaysia ke Papua," kata Bacham lewat rilis yang dikirimkan kepada Supersoccer malam ini.

Bacham menambahkan, anak-anak asuhnya bekerja ekstra keras untuk meraup tiga angka. Persipura, kata dia, tampil sangat bagus. Tim besutan Jacksen F Tiago bahkan beberepa kali melakukan tekanan yang nyaris berbuah gol. "Belum lagi dukungan suporter mereka yang sangat fanatik," tandasnya.

Secara khsusu dia memuji permainan Persipura di babak kedua. Boaz Solossa dan kawan-kawan, menurut Bacham, memainkan permainan tingkat tinggi. "Lini belakang kami harus kerja ekstra keras, meski kebobolan satu gol," katanya.

Sementara, pelatih Persipura Jacksen F Tiago menyayangakan kekalahan timnya. Soalnya, kata dia, Persipura mematok kemenangan. "Tapi ternyata kenyataan berkata lain. Dengan kekalahan ini, peluang kami untuk lolos ke babak semifinal kian berat," kata Jacksen.

Jacksen tak sependapat jika kedua gol yang bersarang di gawang Persipura lantaran kesalahan lini belakang. "Itu bukan kesalahan lini belakang. Kedua gol tersebut tak lepas dari kelebihan lawan," kata pelatih asal Brasil. Ditanya soal kasn, Jacksen mengatakan peluang masih ada. "Yang saya tahu, Arbil FC kesulitan saat bermain di kandangnya. Ini akan menjadi motivasi bagi kami," pungkas Jacksen.

 GO

Friday, August 12, 2011

Latihan Di Solo, Timnas Coba Tingkatkan Stamina

Sesi latihan tim nasional Pra-Piala Dunia 2014 di Kota Solo dimaksudkan untuk meningkatkan kondisi fisik dan kekompakan tim menghadapi Iran pada laga perdana putaran ketiga PPD Grup E. Di Solo, tim nasional juga akan menjalani uji coba melawan tim Indonesia U-23 dan tim Palestina. Setelah itu, mereka bertolak ke Jordania guna menjalani laga uji coba di Amman.




Pemindahan lokasi latihan dari Cilegon ke Solo karena kondisi stadion di Solo lebih baik dan berlampu. Selama bulan puasa, dokter merekomendasikan waktu latihan terbaik malam hari.

”Fokus kami di Solo untuk memperbaiki segalanya, mulai dari fisik pemain sampai kekompakan tim. Selain itu, dalam ajang uji coba melawan tim U-23, kami juga bisa melihat pemain-pemain hasil seleksi Rahmad (pelatih tim U-23). Pemain yang paling berbakat akan kita ambil untuk kita bawa ke Jordania,” kata Wim Rijsbergen, pelatih tim nasional Pra-Piala Dunia (PPD), Jumat kemarin. ”Uji coba melawan Palestina juga akan kami manfaatkan untuk mempelajari gaya-gaya Timur Tengah.”

Rombongan tim nasional yang membawa 30 pemain tiba di Kota Solo, Jumat (12/8) sore, dan dirancang langsung memulai sesi latihan malam harinya. Selama di Solo, latihan akan digelar pukul 20.00 sampai pukul 22.00 di Stadion Manahan, Solo.

Verheijen tiba Sesi latihan tim di Solo akan diperkaya materi oleh pelatih fisik asal Belanda, Raymond Verheijen. Manajer tim nasional, Ferry Kodrat, mengatakan, Verheijen sudah mendarat di Jakarta, Jumat sore, dan akan terbang ke Solo, Sabtu (13/8) pagi.

Menurut asisten pelatih tim Indonesia, Liestiadi, posisi Verheijen tidak hanya untuk memoles kondisi fisik pemain tim senior, tetapi juga memberikan pelatihan kepada pelatih fisik yang memegang tim untuk level di bawah tim nasional senior, seperti U-16 dan U-19.

”Jadi, posisinya seperti supervisor, memberikan pendampingan agar penggenjotan fisik yang dialami mulai dari pemain muda sampai senior sama sehingga pemain tidak bingung jika naik tingkatannya. Apa yang diberikan pelatih fisik di berbagai level seragam,” kata Liestiadi.

Verheijen akan berkoordinasi dengan Wim terkait penanganan paling efektif memperbaiki fisik pemain, terutama saat puasa. Verheijen ikut menangani empat tim yang total lima kali lolos ke semifinal turnamen besar (Piala Dunia dan Piala Eropa), yaitu Belanda, Korea Selatan, Australia, dan Rusia. Ia juga membantu Frank Rijkaard di Barcelona; Guus Hiddink di tim Korsel, Australia, Rusia, dan Chelsea; Dick Advocaat di Zenit St Petersburg; dan Mark Hughes di Manchester City.



 GO

Manajer Persib Tak Minat Datangkan Riedl

Sejak masa baktinya dengan tim nasional senior berakhir, pelatih Alfred Riedl rupanya kapok untuk membesut klub di tanah air. Meski reputasi pelatih berpaspor Austria ini cukup kuat namanya di kancah sepakbola nasional, rupanya manajemen Persib tidak memihak pada hal tersebut.

Riedl pun dinyatakan tidak tertarik untuk melatih klub di Indonesia. Hal itu diungkapkan Manajer Persib Umuh Muchtar yang mengaku sudah berbicara dengan agen bersangkutan. Umuh mengatakan, agen Riedl membantah kalau saat ini kliennya tertarik menangani klub, termasuk Persib.

Belakangan tersiar kabar kalau kontrak Riedl bersedia diturunkan jika Maung Bandung serius meminang pelatih yang sukses membawa timnas di Piala AFF 2010. “Agennya yang mengatakan tidak ada penurunan harga, Riedl juga sudah tidak tertarik lagi menanggani klub di Indonesia," terang Umuh.

Umuh menegaskan, tidak benar jika Riedl mau menurunkan nilai kontrak agar bisa melatih Persib atau klub lain di Indonesia. Dia juga menyatakan jika tim rekrutmen, sebagai kelompok kecil yang dibentuk PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) ingin mendatangkan pelatih lokal. Dengan demikian cukup jelas alasan Persib yang tidak menginginkan jasa pelatih asing.

Seperti yang pernah diumumkan Umuh, Persib tetap memprioritaskan pelatih lokal. “Kualitas pelatih lokal tidak kalah dengan pelatih asing," kata Umuh sebagaimana sering didengungkan. Meskipun terakhir, Persib gagal mendatangkan pelatih lokal paling top saat ini Rahmad Darmawan.

Sejumlah pelatih lokal yang menjadi nominasi diantaranya Jaya Hartono, Herry Kiswanto serta Daniel Roekito. Ketiganya sudah menyampaikan tertarik untuk mendidik Eka Ramdani dkk.

Kehati-hatian juga menjadi pertimbangan Persib untuk tidak menawarkan kontrak pada Riedl. Sebab, Riedl sendiri dipecat oleh PSSI karena dianggap tak terikat kontrak dengan organisasi, melainkan individu. Per 13 Juli lalu dia tidak lagi melatih timnas. Pemutusan kontrak Riedl secara sepihak menimbulkan polemik itu karena masa jabatan Riedl baru berakhir pada 6 Mei 2012.



 GO

Tuesday, August 9, 2011

Ricardo Salampessy Cidera Lagi

Pemain tim nasional Indonesia Ricardo Salampessy mengalami cedera otot, setelah berlatih bersama rekan-rekan timnas di stadion Krakatau Steel, kota Cilegon.

Pemain asal Persipura tersebut mengalami cedera saat pertama kali bergabung latihan. Ricardo yang mengikuti latihan terpisah bersama sembilan rekannya yang juga terlambat datang, berlatih di bawah arahan fisioterapis timnas Matias Ibo.Setelah beberapa kali berlari mengitari lapangan, tiba-tiba Ricardo tidak dapat melanjutkan latihan ringan yang dipandu oleh Matias Ibo dan diperkirakan menderita cedera otot.

Sebelumnya, kondisi fisik Ricardo Salampessy memang tidak begitu prima saat pertama kali datang ke Cilegon. Bahkan, dia harus beristirahat total selama satu hari karena menderita demam karena kelelahan.

Disinggung mengenai kondisi Ricardo yang dipaksakan ikut latihan pada hari tersebut, Matias menilai kondisinya semakin membaik sehingga diputuskan untuk diikutkan dalam latihan.

"Tadi kami melihat kondisi Ricardo semakin membaik, jika dibandingkan dari hari sebelumnya," katanya menjelaskan.



 GO

Monday, August 8, 2011

Timnas Uji coba Lawan Yordania

Sekretaris Jenderal PSSI, Tri Goestoro, mengaku pihaknya terus mengupayakan lawan untuk Tim Nasional Indonesia dalam laga persiapan kualifikasi Piala Dunia 2014.

PSSI memang sudah berupaya untuk melobi beberapa negara untuk berlatih tanding dengan Firman Utina dkk. Malaysia, Oman, Korea Utara, Lebanon, Australia, Selandia Baru dan Yordania sudah didekati. Namun, menurut Tri, hanya Yordania yang sudah pasti akan menjadi lawan Timnas "Merah Putih".

"Kami sedang berupaya maksimal untuk bisa beruji coba dengan negara lain. Sampai saat ini yang baru siap adalah melawan Yordania, main di Amman tanggal 27 Agustus 2011. Namun, kami juga sedang menjalin komunikasi intensif dengan Yaman untuk bisa bermain di Indonesia," kata Tri seperti dilansir dari rilis yang diterima wartawan.

"Jika akhirnya ditemukan kata sepakat, kami merencanakan pertandingan itu akan digelar di Solo atau Malang karena SUGBK sedang direnovasi."

Pelatih Timnas Indonesia, Wim Rijsbergen, dikabarkan meminta PSSI untuk mencari lawan latih tanding yang tipenya sesuai dengan calon lawan mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2014. Yordania tentu akan jadi lawan sempurna karena karakternya hampir setipe dengan Iran, Bahrain dan Qatar, yang akan jadi lawan Indonesia.



 GO

Sunday, August 7, 2011

Rusdy Bahalwan Tutup Usia Karena Sakit

Legenda sepak bola Indonesia, Rusdy Bahalwan, meninggal dunia karena sakit, di rumahnya, Rungkut Mejoyo Selatan, Minggu (7/8/2011) sekitar pukul 22.00.

Mantan pemain tim nasional kelahiran Surabaya, 7 Juni 1947, itu sudah dalam beberapa tahun terakhir ini bergelut dengan penyakit stroke.

Almarhum rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pegirian, Surabaya, Senin (8/8/2011) pukul 15.00.

Rusdy lahir dari pasangan Ali Bahalwan dan Rugaiyah Baadillah. Setelah tamat dari SMAN 6 tahun 1966, ia diterima masuk di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga.

Kuliah Bahalwan terbengkalai karena kecintaannya pada sepak bola. Ia sempat bolak-balik Surabaya-Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan tim nasional. Rusdy akhirnya memutuskan untuk berhenti kuliah dan menekuni karier sepak bola.

Rusdy lahir dalam keluarga yang taat beragama. Rusdy pun mengamalkan nilai-nilai agama itu kepada anak-anak didiknya. Salah satunya adalah dengan mengetuk pintu kamar pemainnya yang beragama Islam untuk melakukan shalat subuh berjemaah.

"Sengaja saya selipkan pesan-pesan moral agar persepakbolaan kita makin maju serta jauh dari erosi yang merusak," ucap Rusdy, mantan aktivis Indonesian Moslem Student Association (IMSA) Jatim itu, beberapa waktu lalu kepada Goal Indonesia.

Hal tersebut diamini oleh mantan pemain nasional yang pernah menjadi asisten Rusdy, Mustaqim. Menurut Mustaqim, Rusdy selalu mengatakan, "Seorang pemain yang sengaja melepas bola agar timnya kalah, itu berarti telah berbuat dosa. Pelatih yang sengaja menginstruksikan pemainnya mencederai pemain bintang lawan juga telah berbuat dosa. Begitu juga manajer yang mengatur skor akhir pertandingan serta wasit yang karena sesuatu hal lantas memihak pada salah satu tim, termasuk dalam perbuatan dosa. Karena itu, semua yang telah saya sebutkan di atas harus kita tinggalkan manakala sepak bola kita mau maju dan tidak terancam bubar."

 GO

Boaz Solossa & Ian Louis Kabes Tidak Akan Dapat Hukuman PSSI

Pengurus PSSI memastikan bahwa mereka tidak akan menjatuhkan hukuman kepada dua pemain Persipura Jayapura, Boaz Solossa dan Ian Louis Kabes, meskipun sampai saat ini mereka belum datang ke pemusatan latihan timnas untuk Pra-Piala Dunia.

"Sampai sekarang Ian dan Boaz belum bisa ikut latihan bersama-sama dengan puluhan timnas lainnya, dan PSSI tidak akan mengeluarkan sangksi kepada keduanya," kata manajer timnas senior Ferry Kodrat.Ferry mengungkapkan, PSSI memutuskan untuk tidak menurunkan sanksi kepada mereka karena baik Boaz dan Ian telah menyampaikan alasan ketidakhadiran mereka.

"Menurut keduanya, mereka saat ini masih kesulitan untuk penerbangan dan mengurusi kepegawaian negeri sipil, karena keduanya adalah PNS," katanya.

"Berdasarkan alasan yang keduanya sampaikan kepada kami, maka PSSI tidak akan memberikan sanksi apapun, walaupun mereka sudah terlambat beberapa hari untuk ikut latihan di Stadion Krakatau," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah pemain yang sebelumnya tidak bisa mengikuti latihan, sudah tiba kemarin malam (06/08). Mereka adalah Oktovianus Maniani, Ricardo Salampessy, Ahmad Bustomi, Wahyu Wijiastanto, Arif Suyono, Kurnia Meiga Hermansyah, Beny Wahyudi, dan Zulkifli Syukur.

 GO

Saturday, August 6, 2011

Enam Pemain Akan Di Naturalisasi

Setelah Ruben Wuarnabaran dan Diego Michiels resmi menjadi warga negara Indonesia, kini enam pemain asing dan keturunan Belanda siap untuk dinaturalisasi menjadi warga negara Indonesia.

Menurut Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional (BTN), Iman Arif, enam pemain tersebut adalah, dua pemain yang sudah malang melintang di persepakbolaan Indonesia, Victor Igbonefo (Persipura Jayapura) dan Greg Nwokolo (Persija Jakarta).

Serta empat pemain keturunan Indonesia, Tonny Kusel, Sergio van Dijk, Jhonny van Beukering dan Stefano Lilipaly.

"Kami terus melakukan koordinasi baik ke DPR maupun pihak terkait lainnya. Berhubung DPR masih reses maka proses akan dilanjutkan 15 Agustus nanti," ujar Iman Arif.

Ditambahkannya, para pemain naturalisasi ini nantinya tetap akan menjalani seleksi, sama seperti pemain lokal lainnya, sehingga persaingan antar pemain tetap terjaga.

"Yang jelas pemain ini memiliki kelebihan. Selain itu para pemain juga mempunyai minat tinggi untuk menjadi warga negara Indonesia," tambahnya Iman.

Apabila enam pemain in resmi menjadi warga negara Indonesia, maka total pemain yang telah dinaturalisasi ada sepuluh pemain, karena sebelumnya empat pemain telah dinaturalisasi, yakni Kim Jeffrey Kurniawan, Cristian Gonzales serta Ruben dan Diego.

 GO

Friday, August 5, 2011

Indonesia Ingin Uji Coba Lawan Selandia Baru

Anggota Komite Eksekutif PSSI Bidang Koordinator Timnas Bob Hippy mengungkapkan, PSSI telah melayangkan surat permintaan uji coba kepada Federasi Sepak Bola Selandia Baru. Jika permintaan laga uji coba itu diterima, timnas Selandia Baru dijadwalkan mengisi slot jadwal kalender laga persahabatan internasional pada 10 Agustus atau 14 Agustus mendatang.

"Kami sudah mengontak Frank van Hattum (Ketua Federasi Sepak Bola Selandia Baru) dan dia minta kami mengirim surat lewat email. Email sudah kami kirim dan kami menunggu jawaban mereka."
-- Bob Hippy

Selandia Baru lolos ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan setelah menyingkirkan Bahrain, salah satu lawan Indonesia di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia, pada babak playoff antarbenua. Van Hattum juga sosok yang tidak asing dengan sepak bola Indonesia mengingat ia beberapa kali datang ke Indonesia dalam beberapa Kongres PSSI sebagai utusan FIFA.

Timnas Indonesia, yang kini menjalani pemusatan latihan di Cilegon, Banten, kesulitan mendapatkan lawan uji coba menjelang laga perdana Grup E di kandang Iran, 2 September mendatang. Ini setelah Malaysia membatalkan rencana uji coba yang telah dijadwalkan bersama timnas Indonesia di Kuala Lumpur, 14 Agustus.

Bob menambahkan, selain menjajaki Selandia Baru, PSSI saat ini masih terus bernegosiasi dengan Korea Utara, tim yang juga lolos ke Piala Dunia 2010. "Negosiasi masih seputar fee (bayaran)yang mereka minta. Soal transportasi 3O-an pemain dan ofisial dengan penerbangan kelas ekonomi dan dua kelas bisnis serta akomodasi di hotel bintang lima, sudah beres.

"Mereka minta fee yang menurut ukuran kita sangat besar," kata Bob, yang enggan mengungkapkan kisaran angka yang dimaksud. Indonesia akan bersaing dengan juara Asia tiga kali Iran, Qatar, dan Bahrain untuk berebut dua tiket lolos ke putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia dari Grup E.

 GO

Jacksen F Tiago: "Boaz Solossa Layak Jadi Kapten Timnas."

Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago menilai salah satu anak asuhnya, yaitu Boaz Solossa, layak untuk dijadikan sebagai kapten kedua tim nasional Indonesia saat ini.

Seperti yang diketahui, dalam pertandingan menghadapi Turkmenistan di laga babak kedua Pra-Piala Dunia, ketika kapten pertama timnas Firman Utina ditarik keluar, Boaz selalu menggantikan peran pemain Sriwijaya FC Palembang tersebut."Sejak musim kompetisi Superliga Indonesia lalu, Boaz sudah menjadi kapten di klub menggantikan Eduard Ivakdalam. Jadi pengalamannya di klub menjadi salah satu modal penting menjadi kapten timnas, meski hanya kapten kedua," katanya.

"Baru musim ini dia menjadi kapten Persipura, namun berhasil mengantarkan tim meraih gelar juara. Bahkan dia juga terpilih sebagai pemain terbaik dan menjadi top skor Superliga."

Jacksen menambahkan, selama tiga tahun menukangi Persipura, Boaz menunjukkan perkembangan yang bagus setiap musim. Selain dari sisi teknis dan kemampuan, dia juga sudah mulai dewasa dan bisa mengendalikan emosinya di lapangan.

Selain itu, salah satu kelebihan yang dimiliki adik kandung Ortizan Solossa tersebut adalah dapat bermain di beberapa posisi berbeda. Yaitu sebagai striker murni, pemain sayap atau gelandang serang.

"Sehingga dia tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan pemain lain dan strategi yang diterapkan pelatih saat di timnas. Meski dia datang paling belakangan saat persiapan latihan tim," ujar Jacksen Tiago.

 GO

Indonesia Dapat Tawaran Ujicoba Lawan Korea Utara

Indonesia mendapatkan tawaran melakukan pertandingan ujicoba dengan Korea Utara dalam rangka persiapan menuju pra Piala Dunia 2014. Jika deal, laga ini bakal digelar pertengahan Agustus di Jakarta.

Indonesia mengangendakan serangkaian laga ujicoba untuk persiapan menghadapi Iran dan Bahrain di laga pra Piala Dunia 2014 zona Asia. Satu yang sudah dipastikan adalah melawan Malaysia.

"Pertandingan melawan Malaysia sudah fixed, kita main tanggal 14 Agustus di Kuala Lumpur," ujar anggota komite eksekutif PSSI yang merangkap koordinator bidang timnas, Bob Hippy, kepada detikSport Rabu (3/8/2011) sore WIB.

Sementara itu untuk ujicoba yang lain, Indonesia tengah menjajaki tawaran dari Korea Utara. "Mereka yang memberikan tawaran. Itu (tawaran tersebut) kami terima tadi pagi. Saat ini masih tawar-menawar soal fee. Menurut rencana pertandingan ini akan digelar di Jakarta waktunya sekitar tanggal 18 Agustus," terang Bob di ujung sambungan telepon.

Sebelumnya Indonesia berencana menjadikan Australia sebagai salah satu lawan tanding di rangkaian ujicoba di bulan ini, namun hingga saat ini pihak Soceroos masih belum memberikan jawaban.

Selain Korea Utara, Bob juga mengatakan timnas tengah menjajaki laga friendly kontra Singapura meski sifatnya masih tentatif. "Untuk Singapura, mungkin nanti kita bisa ambil waktu sepulang dari Kuala Lumpur," lugasnya.

Bob mengatakan bahwa program ujicoba timnas senior untuk persiapan PDD 2014 ini dilakukan di seputaran Asia Tenggara saja. "Sebelumnya ada tawaran juga dari Oman, namun kami tolak karena mereka minta bermain di sana. Kalau kita sanggupi, kita bisa rugi empat hari," tuntasnya.

 GO

Thursday, August 4, 2011

Gonzalez Optimis Akan Peluang Indonesia

Striker andalan tim nasional Indonesia Christian Gonzales mengaku optimis dengan peluang Indonesia lolos dari babak ketiga Pra Piala Dunia Grup E. El Loco juga yakin Indonesia bisa melewati hadangan Iran, Qatar dan Bahrain.

“Kita semua harus optimis dengan peluang Indonesia. Mereka memang lawan berat, tapi pasti bisa dikalahkan,” ujar Gonzales ketika ditemui Okezone di Kebon Sirih, Jumat, (5/8/2011).

Saat ditanya apakah Indonesia beruntung tidak satu grup dengan raksasa-raksasa Asia seperti Korea Selatan, Jepang, Australia dan Arab Saudi? Gonzeles mengatakan, siapa pun lawan yang dihadapi sama beratnya.

“Tidak, siapa saja lawannya, sama saja, yang penting persiapan kita. Kalau lolos dari grup ini, kita juga pasti akan bertemu mereka,” kata pemain naturalisasi dari Uruguay ini.

Mengenai persiapan dan menu latihan skuad tim nasional selama bulan puasa ini, Gonzales masih belum tahu apa yang akan diberikan pelatih Wim Rijsbergen dalam sesi latihan.

“Baru nanti sore kita mulai latihan, jadi saya belum tahu bagaimana latihan nanti,” tandasnya.

Pada laga pertama Kualifikasi Piala Dunia 2014, Indonesia akan bertandang ke Iran pada 2 September, kemudian pada 6 September Firman Utina cs menjadi tuan rumah saat tim Merah Putih menghadapi Bahrain.

 GO

Alasan Malaysia Batal Melawan Indonesia

Laga ujicoba timnas Indonesia melawan Malaysia dibatalkan oleh tim lawan tanpa alasan yang jelas.

jicoba yang akan dilakoni Indonesia melawan tim nasional Malaysia dipastikan batal.

Koordinator tim nasional Indonesia, Bob Hippy, mengungkapkan pihak Malaysia telah membatalkan agenda uji coba melawan timnas Indonesia. Bob mengaku tak tahu secara pasti apa alasan Malaysia membuat keputusan tersebut.

"Batal karena ada sesuatu hal yang mereka tidak duga. Jadi sebenarnya, pihak Malaysia yang membatalkan karena ada sesuatu hal."

"Mungkin karena puasa," ungkap Bob di Senayan.

Awalnya, pertandingan ini direncanakan berlangsung pada 10 Agustus di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Laga ini merupakan persiapan tim menjelang Pra-Piala Dunia 2014 menghadapi Iran dan Bahrain pada awal September.

Namun masih ada beberapa tim yang bersedia menghadapi timnas Indonesia, seperti Korea Utara.

"Sejauh ini yang kemungkinan besar tercapai adalah Korea Utara. Mereka mengajukan main di sini antara tanggal 15 dan 18 Agustus. Namun, kami masih negosiasi soal fee-nya karena masih terlalu mahal," lanjutnya Bob yang juga merupakan anggota Komite Eksekutif PSSI.

Oman juga bersedia melawan Indonesia. Namun, mereka ingin agar Indonesia yang datang ke sana dan Hippy menilai hal ini sedikit sulit dilakukan karena akan banyak makan waktu dengan bolak-balik ke sana.

"Kami kehilangan waktu untuk latihan juga. Kalau mau, mereka yang main di sini. Untuk Australia, kami masih melakukan penjajakan termasuk melalui Kedutaan Besar Australia," papar Bob.

Bob menargetkan timnas bisa melakukan laga uji coba dua kali sebelum bertanding dalam even Pra-Piala Dunia yang dimulai melawan Iran pada 2 September nanti.

 GO