Showing posts with label Dunia. Show all posts
Showing posts with label Dunia. Show all posts

Sunday, August 5, 2012

Teroris Ancam Pertandingan Di Meksiko

Sejumlah orang melakukan penembakan terhadap polisi yang berjaga di luar Stadion Corona, saat di dalamnya tengah berlangsung pertandingan Divisi Primera Meksiko antara Santos Laguna dan Monarcas Morelia. Pertandingan pun dihentikan.

Insiden terjadi menjelang akhir babak pertama, dengan kedua kubu masih bermain imbang tanpa gol. Tak ada satu pun dari 20.000 suporter di dalam stadion terluka karena para penembak menyasar petugas keamanan. Seorang polisi mengalami cedera akibat serangan tersebut.

"Kami merasa tidak nyaman dengan situasi saat ini. Pertandingan akan dihentikan. Kami akan berusaha mengendalikan situasi ini. Kami minta maaf kepada Morelia, wasit, dan semua yang telah datang ke sini dari mana saja," Ketua Santos Alejandro Irarragorri mencoba menenangkan para penonton yang panik.

Aksi penembakan hanya berlangsung di luar stadion dan berlangsung relatif tidak lama. Pelaku tampaknya tidak tertangkap dan teridentifikasi. Ketika situasi dinyatakan aman, pertandingan tetap tidak dilanjutkan.

 GO

Friday, August 3, 2012

MU Dan Barca Berebut Pemain Asal Brazil

Andrigo Oliveira de Araujo

Manchester United terlibat persaingan dengan Barcelona dalam hal perburuan pemain. Pemain yang dimaksud adalah seorang pemuda berusia 15 tahun asal klub Brasil, Internacional, bernama Andrigo.

Menurut Daily Mirror , sosok bernama lengkap, Andrigo Oliveira de Araujo itu, mulai menyita perhatian Red Devils dan Barcelona saat tampil di sebuah turnamen di Manchester. Tak lama setelahnya, manajer MU, Sir Alex Ferguson, langsung mengundang Andrigo menjalani tes di Old Trafford.

Barcelona sendiri tak mau kalah. Kabarnya, juara bertahan Liga BBVA tersebut juga mulai menjajaki peluang mendekati pemuda 15 tahun itu. Namun Fergie mempunya trik tersendiri untuk bisa merayu Andrigo lebih mempertimbangkan MU ketimbang klub lain.

Salah satu yang dijadikan pancingan agar Andrigo mau ke Old Trafford adalah kehadiran si kembar, Fabio Da Silva dan Rafael Da Silva, serta Anderson.

Andrigo sendiri dikenal sebagai salah satu talenta tebaik dari Internacional saat ini. Sebelumnya, Internacional juga dikenal sebabagi penelur bibit-bibit berbakat semisal Carlos Dunga, Alexandre Pato, dan Sandro.

 GO

Belanda Duduk DI Posisi Puncak FIFA

Belanda berhasil mengambil keuntungan saat Spanyol gagal meraih kemenangan dalam partai persahabatan melawan Italia. Karena kagagalan tersebut, Belanda dapat menduduki puncak peringkat FIFA untuk pertama kalinya.

Menurut data yang dirilis FIFA pada 24 Agustus ini, Belanda duduk di posisi puncak dengan torehan 1596 poin. Spanyol sendiri perolehan poinnya turun 25 menjadi 1563 poin.

Dengan kepastian tersebut, Belanda bergabung dengan enam negara lain (Argentina, Brasil, Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol) yang pernah merasakan singgasana peringkat FIFA. Yang menarik, dibanding negara lain, Belanda adalah satu-satunya berperingkat satu yang belum pernah merasakan juara piala dunia.

Persaingan menarik juga terjadi antarnegara Asia Tenggara. Singapura (peringkat ke-129), Vietnam (130) dan Indonesia (131) sama-sama naik peringkat. Sedangkan, Thailand malah turun satu strip ke posisi 120 dunia.

10-Besar Peringkat FIFA per 24 Agustus 2011:

1. Belanda - 1596 poin
2. Spanyol - 1563 poin
3. Jerman - 1330 poin
4. Inggris - 1177 poin
5. Uruguay - 1174 poin
6. Brasil - 1156 poin
7. Italia - 1110 poin
8. Portugal - 1060 poin
9. Argentina - 1017 poin
10. Kroasia - 1009 poin

 GO

Queiroz Mengatakan Kunci Kemenangan Iran

Pelatih tim nasional Iran, Carlos Queiroz, mengatakan, kunci kemenangan timnya melawan Indonesia di Stadion Azadi, Jumat (2/9/2011), adalah penguasaan lini tengah yang kuat selama 90 menit.

"Pada pertandingan tadi, saya menginstruksikan pemain agar menguasai lapangan tengah dan terus melakukan tekanan ke pertahanan Indonesia," ujar Queiroz seperti dilansir Goal.

"Saya menginginkan pertandingan pertama diakhiri dengan kemenangan. Oleh karena itu, kemenangan ini sangat berharga bagi kami dalam menghadapi pertandingan berikutnya," tambah pelatih asal Portugal tersebut.

Bambang Pamungkas dan kawan-kawan tak banyak diberi kesempatan oleh Iran di laga itu. Sejak peluit kick-off dibunyikan, Iran langsung menerapkan permainan agresif. Ketidakhadiran gelandang bertahan Ahmad Bustomi juga terasa karena tak ada yang ahli dalam memutus bola-bola lawan.

Pada akhirnya, tim nasional pun tumbang 0-3 oleh gol Javad Nekounam (dua gol) dan Andranik Teymourian. Hasil ini membuat Iran kokoh di puncak klasemen Grup E kualifikasi Piala Dunia zona Asia, dengan tiga poin.

Bahrain dan Qatar berada di bawah mereka dengan satu poin, sementara Indonesia di posisi juru kunci dengan poin nol.

 GO

Sunday, August 14, 2011

Messi: Aguero Akan Sukses Besar Dengan City

Bintang Barcelona asal Argentina Lionel Messi yakin Sergio Aguero akan meraih kesuksesan besar bersama Manchester City.

"Saya tidak ragu bahwa dia akan meraih kesuksesan di City. Dia akan memberi mereka perbedaan yang besar. Dia unik, dia memiliki kekuatan yang besar dan etos kerja yang sangat bagus. Dia pasti berusaha maksimal agar dapat menunjukkan apa yang dapat dia bawa untuk City," ujar Messi kepada The Sunday Mirror."Pemain belakang akan kesulitan menghadapinya. Saya tidak ragu menyatakan, City telah memboyong pemain yang sangat istimewa."

Selain itu, Messi menilai Aguero hengkang ke City bukanlah karena alasan uang, tetapi dia hanya menginginkan tantangan yang akan didapatnya ketika bergabung dengan klub ambisius seperti City.

"Dia sangat fleksibel dan dapat bermain di beberapa posisi. Beradaptasi dengan kecepatan Liga Primer Inggris saya rasa bukan masalah."

"Carlos Tevez telah meraih sukses besar di Inggris dan Aguero tidak akan berbeda. Saya pikir itu menunjukkan niat serius dari City ketika mereka memboyong pemain dengan kualitas seperti dia."

“Secara pribadi, saya ingin melihatnya bertahan di Spanyol dan hijrah ke Barcelona. Tetapi dia tertarik dengan tantangan dan ambisi City. Uang bukanlah faktor motivasi dirinya. Dia sangat menyukai tantangan."

“Dan yang lebih penting lagi, dia menginginkan gelar juara dan dia merasa kepindahannya ke Inggris memberinya peluang untuk itu."



 GO

Friday, August 12, 2011

Neymar: Saya Akan Lebihi Messi

Pemain Santos dan timnas Brasil, Neymar, menyatakan ia pasti akan sanggup melewati level Lionel Messi. Namun menolak memperbincangkan masa depannya.

Pemain muda tersebut merasa sangat percaya diri, jikalau nanti di masa depan ia akan sanggup menyamai kemampuan bintang Barcelona tersebut, atau bahkan melampauinya.

Dirinya yang dipandang sebagai wonderkid terus menuai pujian dari para pemain mapan macam Kaka, ataupun Pele legenda hidup Samba sebagai calon sepak bola dunia berikutnya.

Ketika disamakan dengan pemain terbaik dunia saat ini, Messi, Neymar memberikan jawabannya kepada Marca, "Saya bisa sebesar dirinya (Messi) atau mungkin bahkan lebih baik darinya, saya sangat yakin dengan hal itu,"

Kemudian ketika ia diberondong pertanyaan seputar masa depannya, yang kabarnya akan merumput bersama Real Madrid pada bursa transfer musim dingin tahun depan ia hanya menjawabnya singkat.

"Saya tidak meladeni pembicaraan tentang masa depan saya, untuk saat ini saya lebih ingin fokus bagi timnas Brasil serta Santos saja,"

"Masa masa depan biarkan saja nanti bagaimana terjadi, ini bukan hal yang penting dan perlu saya bicarakan," tutupnya usai mencetak satu gol di laga Jerman-Brasil yang berakhir 3-2.



 GO

Thursday, August 11, 2011

Mutu Dilarang Bela Timnas Seumur Hidup

Federasi sepakbola Rumania (RFF) mengambil tindakan tegas terhadap pemainnya yang tidak disiplin. Adrian Mutu dan Gabriel Tamas menjadi korban peraturan tegas RFF.

Hukumannya pun tak main-main, malah mungkin bisa masuk kategori kejam. Ya, Mutu (striker Cesena) dan Tamas (bek West Bromwich Albion) mendapat sanksi larangan tampil membela timnas Rumania untuk seumur hidup. Keputusan ini diambil RFF setelah kedua pemain ketahuan menenggak minuman keras sebelum Rumania melakoni laga persahabatan kontra San Marino, kemarin.

“Kedua pemain resmi dikeluarkan dari timnas untuk seumur hidup,” ujar pelatih Victor Piturca selepas duel kontra San Marino yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Rumania.

“Keputusan ini memang mengecewakan, namun peraturan harus ditegakkan dan mereka seharusnya tahu itu,” sambungnya dikutip Mail Online, Jumat (12/8/2011).

Keputusan ini jelas memberikan dampak besar bagi skuad Rumania, di mana Mutu dan Tamas merupakan sosok penting dalam skuad Tricolorii -julukan Rumania-. Apalagi, kurang dari sebulan Rumania akan menjalani laga lanjutan kualifikasi Euro 2012 melawan Luksemburg (2/9) dan Prancis empat hari berselang (6/9).

Bagi Mutu, kasus indisipliner seperti bukan pertama kali dilakukan pemain yang sempat memperkuat Chelsea, Juventus dan terakhir Fiorentina. Pada 2004 lalu (saat masih di Chelsea), Mutu harus dihukum larangan bermain setahun karena menggunakan kokain. Hingga kini, Mutu masih berhutang 15 juta poundsterling kepada Chelsea.

Januari 2010 (di Fiorentina), Mutu kambali dihukum sanksi larangan tampil selama sembilan bulan, lantaran gagal lolos tes doping. Terkini, pada Oktober lalu, Mutu juga terlibat keributan di sebuah bar dan membuatnya hampir terbuang dari skuad Fiorentina di bursa transfer musim dingin, kendati pada akhirnya pihak Fiorentina melepasnya ke klub promosi Cesena, di bursa transfer musim panas ini.

Di timnas, Mutu sebenarnya memiliki karier yang cukup bagus. Bergabung dengan Tricolorii sejak tahun 2000, Mutu menjadi salah satu bomber andalan dengan lesakkan 32 gol dari total 70 laga yang dimainkannya.



 GO

Tuesday, August 9, 2011

Preview: Jerman VS Brazil

Jerman akan menghadapi Brazil dalam pertandingan persahabatan, Rabu (10/8), dan tim tuan rumah tersebut mengejar kemenangan langka atas tim raksasa Amerika Selatan tersebut untuk menambah rasa percaya diri dalam mengawali musim kompetisi.

Pertandingan itu akan menjadi pertemuan pertama kedua negara sejak Juni 2005, ketika Brazil mengalahkan tuan rumah 3-2 pada semi final Piala Konfederasi di Nuremberg.

Jerman belum pernah mengalahkan Brazil sejak kemenangan 2-1 di Cologne pada 1993 dan dalam 20 pertemuan antara kedua tim, Jerman hanya menang tiga kali, dengan lima seri dan 12 kali kalah.

Pertandingan yang menarik di Mercedes-Benz-Arena, Stuttgart, yang baru direnovasi akan disaksikan 54.767 penonton yang memborong habis tiket.

Dengan selisih 10 poin pada puncak klasemen grup mereka pada Euro 2012, Jerman bisa membukukan tempat pada turnamen yang akan berlangsung tahun depan di Polandia dan Ukraina itu melalui kualifikasi pada musim gugur, tetapi ingin mengalahkan Brazil untuk meningkatkan percaya diri.

"Mereka adalah salah satu dari negara sepak bola paling sukses di dunia dan menikmati semua reputasi dalam memainkan sepak bola yang sangat atraktif," kata pelatih Jerman, Joachim Loew.

"Tidak ada tim yang mempunyai koleksi individual dan peringkatnya yang terkemuka," katanya.

Setelah berakhir di urutan ketiga pada Piala Dunia 2010 dan menjadi finalis yang kalah di tangan Spanyol pada Euro 2008, manajer tim Jerman Bierhoff merasa sekarang lah saatnya bagi Jerman untuk mulai memaksakan diri, diawali dengan Brazil.

"Pemain seperti (pemain Bayern Munich) Bastian Schweinsteiger dan Philipp Lahm sudah bosan dengan posisi kedua dan ketiga," kata Bierhoff.

"Sekarang waktunya bagi kami untuk memenangi gelar dan saya harap generasi emas Spanyol mulai lelah." Brazil juga tampaknya akan mengawali era baru setelah mereka tersingkir pada perempat final Copa Amerika bulan lalu setelah kalah dari finalis Paraguay.

"Kami akan memulai fase baru," kata pelatih Mano Menezes.

"Ini pertandingan persahabatan, tetapi ini juga pertandingan level atas melawan Jerman di Jerman," tambahnya.

"Kami tim muda dan para pemain kami sekarang menghadapi turnamen penting," katanya.

Dua pemain asal Brazil yang main dalam Bundesliga sudah ditunjuk masuk tim yakni Luiz Gustavo (Bayern Munich) dan Renato Augusto (Bayer Leverkusen), tetapi pemain Liverpool Lucas Leiva dan pemain Chelsea David Luiz keduanya absen.

Luiz mempunyai tendonitis pada lutut kirinya, sementara Leiva dilarang main setelah mendapat kartu merah saat melawan Paraguay dalam Copa Amerika, tetapi Menezes berharap besar kepada pemain Bayern Gustavo, yang dipanggil untuk pertama kalinya.

"Luiz Gustavo adalah pemain tengah dengan kaki kiri (kidal) mempunyai kapasitas membuka sisi kiri lapangan," kata Menezes.

"Ia mempunyai beberapa hasil yang bagus di Jerman selama tiga tahun terakhir," katanya.

Loew telah memanggil pemain tengah yang belum pernah memperkuat tim nasional Ilkay Gundogan dari Borussia Dortmund dan pemain Moenchengladbach Marco Reus sementara anggota tim lainnya penuh dengan pemain yang menjadi bintang di Piala Dunia termasuk Lahm, kiper Manuel Neuer dan pemain tengah Schweinsteiger.

Pemain depan Stuttgart kelahiran Brazil Cacau sudah dipanggil untuk menghadapi negara nenek moyangnya itu di kandang klubnya sementara striker veteran Lazio, Miroslav Klose, menjadi satu-satunya pemain dari luar negeri yang ditunjuk.

Prakiraan Formasi kedua tim:

Jerman (4-2-3-1): Neuer; Trasch, Hummels, Badstuber, Lahm; Schweinsteiger, Kroos; Muller, Gotze, Podolski; Klose.

Brazil (4-2-3-1): Cesar; Maicon, T. Silva, Lucio, A. Santos; Ramires, Elias; Robinho, Ganso, Neymar; Pato.



 GO

Monday, August 8, 2011

Ashley Young Dukung Pemanggilan Cleverley Ke Timnas Inggris

Ashley Young menyambut hangat keputusan Fabio Capello memanggil rekan satu timnya Tom Cleverley bergabung ke timnas Inggris jelang laga persahabatan kontra Belanda tengah pekan ini.

Cleverley diminta membela The Three Lions sebagai pengganti bagi Michael Carrick serta Jack Wilshere yang baru saja dipulangkan ke klub masing-masing kerena masih mengalami cedera.

Pemanggilan itu memang mengejutkan, pasalnya selama ini tidak ada yang kenal dengan kiprah Cleverley. Pemain 21 tahun itu sebelumnya berkibar bersama timnas Inggris U-21.

Tapi penampilan apik Cleverly di ajang Community Shield akhir pekan kemarin sudah tidak bisa dibatah lagi. Bisa dibilang dia bersama Luis Nani dan Danny Welbeck menjadi pemain yang paling berperan atas kemenangan dari Manchester City sehingga tidak ada salahnya juga bekas pemain Wigan Athletic diberi kesempatan mengenakan seragam Union Jack.

Selaku teman, Young yang sudah lebih dulu masuk dalam daftar kini mencoba meyakinkan publik akan keputusan Capello itu.

“Cleverley melakukan hal yang sangat luar biasa selama pra-musim. Jika melihat bagaimana permainannya kemarin maka Anda pasti terkesima,” cetus Young.

“Saya percaya dia punya masa depan cerah. Cleverley sangat yakin pada kemampuannya dan saya percaya dia akan segera masuk ke timnas serta memberikan yang terbaik,” tuntas Young seperti dikutip Goal, Selasa (9/8/20110).



 GO

Sunday, August 7, 2011

Fabio Capello Mengumumkan Skuad Utama Inggris Kontra Belanda

Pembesut tim nasional Inggris, Fabio Capello akhirnya mengumumkan skuad utama yang akan memperkuat Inggris dalam laga persahabatan kontra Belanda, 10 Agustus mendatang.


Laga yang digelar di Wembley nanti, akan dijadikan ajang ujicoba jelang kualifikasi Piala Eropa 2012 di Ukraina dan Polandia. Dari nama-nama yang dipanggil, tak ada satu pun nama baru yang dipanggil Don Capello.

Dari 25 nama yang akan masuk skuad St.George Cross’ nanti, sebelas diantaranya diambil dari dua tim peserta laga pembuka, Community Shield, di mana diantaranya, nama pilar Manchester City dan lima punggawa United.

Pemain-pemain muda juga mendominasi skuadnya. Danny Welbeck akan kembali masuk skuad, setelah terakhir, Welbeck tampil pada Maret lalu saat manjamu Ghana, sementara Micah Richards juga kembali ke timnas untuk menggantikan absennya Glen Johnson di sisi kanan pertahanan Inggris.

Pemain anyar United, Ashley Young juga ikut rombongan Rio Ferdinand dkk, setelah terakhir mempersembahkan gol untuk Inggris saat ditahan imbang Swiss, 2-2 beberapa waktu lalu.

Skuad Inggris:
Kiper: Robert Green, Joe Hart, David Stockdale

Belakang: Leighton Baines, Gary Cahill, Ashley Cole, Rio Ferdinand, Phil Jagielka, Joleon Lescott, Micah Richards, John Terry, Kyle Walker

Tengah: Gareth Barry,Michael Carrick, Stewart Downing, Adam Johnson, Frank Lampard, James Milner, Scott Parker, Jack Wilshere, Ashley Young

Depan: Andy Carroll, Peter Crouch, Wayne Rooney, Danny Welbeck

 GO

Friday, August 5, 2011

Butuh Striker, PSG Incar Borriello & Berbatov


PSG (Paris Saint Germain) masih belum berhenti beraksi di bursa transfer. Sudah menggaet sekitar lima pemain, mereka kini ingin mendatangkan bomber tangguh untuk mengisi lini serang.

Sebenarnya PSG sudah berhasil mendapatkan dua penyerang tangguh, yaitu Jeremy Menez dan Kevin Gamiero. Tapi ternyata itu belum membuat mereka puas.

Dilansir Goal, Rabu (3/8/2011) adalah Marco Borreillo dan Dmitar Berbatov yang sekarang sedang dijajaki oleh direktur olahraga Leonardo Araujo.

Untuk seorang Borriello, kabarnya PSG sudah menyediakan dana delapan juta euro. Kedekatan antara penyerang yang baru digaet secara permanen oleh Giallorossi dua bulan silam dengan Leonardo yang tidak lain merupakan pelatihnya semasa di AC Milan tentunya akan dijadikan senjata pamungkas oleh klub asal ibukota.

Sedangkan untuk Berbatov, PSG berani menghargai lebih tinggi yakni mencapai 20 juta euro. Sebelumnya klub yang baru diambilalih oleh Qatar Invesment sempat menawar dengan harga 10 juta euro, tapi langsung ditolak oleh Manchester United selaku pemilik kontrak pemain asal Bulgaria.

 GO

Thursday, August 4, 2011

Argentina dan Uruguay Bersatu Tuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Presiden Argentina dan Uruguay mendukung rencana negaranya sebagai tuan rumah bersama untuk menggelar Piala Dunia 2030.

Dua negara bertetangga itu telah lama menjadi sahabat dan lawan di lapangan hijau dalam beberapa tahun terakhir, namun menurut dua kepala negara, inilah saatnya kedua negara bersatu dan bekerja sama demi masa depan.

Presiden Argentina Cristina Fernandez dan presiden Uruguay Jose Mujica telah resmi membentuk komisi bilateral untuk mempromosikan bidding tuan rumah Piala Dunia.

"Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menentukan bahwa masa depan adalah miliki dua negara bertetangga ini, kami akan menghadapi kesulitan bersama dan keluar bersama dari kesulitan itu," kata Mujica seperti dilansir Reuters.

Sementara itu Fernandez mengatakan, "Salah satu kunci adalah tak hanya dialog, tapi juga sebuah kesatuan, karena menjadi bagian dari kesatuan tersebut membuat kedua pihak berpeluang meraih apa yang diinginkan,"

Presiden asosiasi sepak bola Argentina, Julio Grondona, yang dikenal dekat dengan presiden FIFA Sepp Blatter, membuat negeri Tango optimis dengan rencana jangka panjang Argentina dan Uruguay tersebut.

Keputusan siapa tuan rumah Piala Dunia 2030 masih menjadi agenda panjang untuk FIFA, mengingat badan tertinggi sepak bola dunia itu belum lama ini menunjuk Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Qatar untuk tahun 2022.

Uruguay dan Argentina masing-masing pernah sekali menggelar Piala Dunia. Uruguay menjadi tuan rumah dan juara Piala Dunia pertama tahun 1930, sedangkan Argentina meraih gelar juara saat menjadi tuan rumah tahun 1978.

 GO

Tuesday, July 26, 2011

Bayern Munich - Barcelona Final AUDI Cup

Bayern Munich memastikan diri berhadapan dengan Barcelona pada partai final usai menaklukkan AC Milan melalui drama adu penalti di Stadion Allianz Arena.

Hanya butuh waktu kurang dari 4 menit bagi Milan untuk unggul di babak melalui gol yang dicetak oleh Zlatan Ibrahimovic setelah lolos dari jebakan offside.

Toni Kross mencetak gol penyama kedudukan untuk tim tuan rumah di menit ke-35 melalui tendangan dari luar kotak penalti.

Bermain imbang selama 90 menit, pertandingan akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Di babak adu penalti kelima eksekutor dari Bayern Munich berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Sementara di kubu Milan, kegagalan Alberto Paloschi menutup jalan Rossoneri menuju final

Difinal Bayern Munich akan bertemu Barcelona yang berhasil mengalahkan wakil Brasil, Internacional lewat adu penalti.

Di babak pertama Barcelona menguasai jalannya pertandingan dan unggul cepat di menit ke-14 melalui kaki Thiago Alcantara yang lolos dari jebakan offside.

Di babak kedua, Internacional secara mengejutkan mampu menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak oleh Claudinei Cardoso di menit ke-55.

Tetapi Barca hanya butuh waktu 8 menit untuk kembali unggul melalui gol yang dicetak Jonathan dos Santos yang lepas dari jebakan offside Internacional. Lagi-lagi lini belakang lengah, dan mereka harus membayar mahal ketika Internacional akhirnya menyamakan kedudukan 5 menit menjelang laga usai lewat tandukan kepala Damio.

Bermain imbang selama 90 menit, pertandingan akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Empat dari lima eksekutor Barca sukses mencetak gol, sedangkan dua penendang Internacional gagal menyarangkan bola ke gawang Pinto. Barcelona berhak melaju ke babak final. (

 GO

Sunday, July 24, 2011

Uruguay Juara Copa Amerika 2011

Video Pertandingan Final Copa America 2011 Uruguay vs Paraguay
szólj hozzá: Uruguay 3-0 Paraguay

Sepasang gol Diego Forlan yang menyusul torehan Luis Suarez membuktikan kelas Uruguay masih di atas Paraguay. Skor 3-0 pada laga final Copa America 2011, Senin (25/70 WIB, itu sekaligus menahbiskan La Celeste sebagai kampiun di Argentina.

Dengan tambahan trofi ini, Uruguay juga resmi menjadi negara tunggal sebagai pengoleksi terbanyak gelar juara turnamen terwahid Amerika Selatan itu dengan jumlah 15. Skuad Oscar Tabarez mengangkangi tabungan trofi tuan rumah, yang masih tertahan di angka 14.

Tingginya ambisi Uruguay untuk mengakhiri paceklik trofi CA sejak 1995 sekaligus mencatat rekor terlihat jelas sejak wasit Salvio Fagundes asal Brasil membuka pertandingan di Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti, Buenos Aires, ini.

Bermain lebih menekan, Uruguay langsung mengancam di menit-menit awal, tapi tendangan Suarez hanya mengenai sisi samping gawang.

Tak berapa lama, sebuah sepak pojok disambut tandukan keras kapten Diego Lugano. Gelandang Paraguay, Nestor Ortigoza, terlihat memblok bola dengan tangannya, tapi Fagundes tak menunjuk titik putih. Protes dari para punggawa Uruguay pun tak digubrisnya.

Keadilan seolah ditegakkan buat La Celeste di menit ke-12. Menerima umpan di sisi kanan kotak penalti, Suarez mengecoh pemain bertahan Paraguay sebelum melepas tendangan yang sedikit terdefleksi sehingga mengelabui kiper Justo Villar.

Tensi pertandingan kemudian memanas dengan emosi yang memuncak dari para pemain kedua kubu. Bahkan, hanya dalam 18 menit setelah gol Suarez, muncul kartu kuning untuk empat personel, tiga buat Uruguay dan selembar untuk kubu Paraguay.

Jelang laga menginjak waktu setengah jam, Uruguay memperoleh kans untuk menggandakan keunggulan. Sayang, upaya Forlan setelah menerima sodoran Suarez masih bisa digagalkan Villar.

Tiga menit sebelum turun minum, Forlan akhirnya sukses mencatatkan nama di papan skor. Umpan Egidio Arevalo langsung dituntaskan dengan apik oleh striker Atletico Madrid itu lewat tendangan kencang kaki kiri. Ini adalah gol debutnya di CA 2011.

Memasuki babak kedua, Los Guaranies berusaha mencari gol untuk penipis skor, tapi kokohnya tembok Uruguay, yang memang lebih condong bertahan usai restart, membuat Nelson Valdez dkk. kesulitan.

Agresivitas Paraguay meninggalkan lubang menganga di wilyah pertahanan, dan Uruguay nyaris memanfaatkannya di menit ke-55 ketika Suarez berusaha mengirim bola ke Forlan di dekat titik penalti, beruntung Dario Veron sigap mengintervensi si kulit bundar.

Beberapa menit kemudian, Valdez harus rela melihat tendangannya dari luar kotak penalti Uruguay hanya menabrak mistar gawang Fernando Muslera.

Bomber Hercules itu kembali mendapat peluang tak lama berselang. Cristian Riveros mengirim umpan terukur dari sayap kanan, sayang, Valdez masih gagal menjaringkan bola dari jarak dekat.

Pada akhirnya, gol Forlan di menit terakhir waktu normal membunuh harapan anak-anak asuhan Gerardo Martino.

Penyelesaian menyambut umpan Suarez ini sekaligus mengangkat nama Forlan sejajar dengan Hector Scarone sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa La Celeste dengan 31 gol.

 GO

Wednesday, July 20, 2011

Paraguay ke Final Copa Amerika

Cuplikan Video pertandingan Paraguay - Venezuela

szólj hozzá: Paraguay - Venezuela büntetők


Akhirnya Paraguay memastikan diri menjadi lawan Uruguay di pertandingan final Copa America 2011 setelah berhasil mengalahkan Venezuela melalui drama adu penalti, Kamis (21/7) pagi WIB.

Venezuela sempat hampir unggul di babak pertama ketika Oswaldo Vizcarrondo berhasil menanduk bola ke dalam gawang Paraguay. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah hakim garis mengangkat bendera.

Setelah bermain 90 menit waktu normal ditambah 30 menit perpanjangan waktu, baik Paraguay maupun Venezuela tak ada yang berhasil mengubah kedudukan. Pertandingan pun berakhir imbang tanpa gol dan harus ditentukan melalui adu tendangan penalti.

Penendang pertama dari Paraguay berhasil menjalankan eksekusi dengan baik hingga akhirnya penendang ketiga Venezuela, Franklin Lucena, gagal melakukan tugasnya setelah tendangannya dengan mudah ditangkap oleh kiper Paraguay, Justo Villar. Dengan demikian, penendang kelima Paraguay, Dario Veron, menjadi penentu kemenangan dan berhasil menjalankan tugas dengan baik. Paraguay menang 5-3 dalam drama tersebut.

Paraguay selangkah lagi bisa menjadi juara Copa America 2011. Namun, mereka harus menghadapi Uruguay, yang saat ini difavoritkan menjadi juara. Kedua tim akan memainkan partai puncak, Sabtu (23/7) waktu setempat atau Minggu (24/7) pagi WIB.

****

Drama adu penalti:

Paraguay          5-3   Venezuela

Ortigoza (Masuk!) 1-0
                  1-1   Maldonado (Masuk!)
Lucas (Masuk!)    2-1
                  2-2   Rey (Masuk)
Riveros (Masuk!)  3-2
                  3-2   Lucena (Gagal!)
Martinez (Masuk!) 4-2
                  4-3   Fedor (Masuk!)
Veron (Masuk!)    5-3

Susunan pemain:

Paraguay: Justo Villar, Dario Verón, Marcos Cáceres, Iván Piris, Paulo Da Silva, Jonathan Santana, Néstor Ortigoza, Cristian Riveros, Edgar Barreto (Marcelo Estigarribia, 70'), Roque Santa Cruz, Nelson Haedo Valdez (Roque Santa Cruz, 73' ((Osvaldo Martinez, 80')).

Cadangan: Diego Barreto, Roberto Junior Fernández, Elvis Marecos, Aureliano Torres, Víctor Cáceres, Enrique Vera, Hernán Pérez, Pablo Zeballos, Lucas Barrios.

Venezuela: Renny Vicente Vega, Oswaldo Vizcarrondo, Grenddy Perozo (Jose Manuel Rey, 45'), Roberto Rosales, Gabriel Cíchero, Juan Fernando Arango, Luis Seijas, Franklin Lucena, Cesar Gonzales (Giancarlos Maldonado, 84'), Salomon Rondon, Alejandro Moreno (Miku, 72').

Cadangan: Leonardo Morales, Dani Hernandez, José Granados, Alexander González, Yoandry Orozco, Giacomo Di Giorgio, Daniel Arismendi, Jesús Meza.

 GO

Preview Pertandingan Paraguay vs Venezuela

Paraguay dan Venezuela bertemu kembali untuk kedua kalinya di Copa America 2011, setelah pada duel pertama di penyisihan Grup B kedua tim bermain imbang 3-3.

Pada pertandingan terakhir penyisihan grup tersebut, Paraguay sempat unggul 3-1 hingga menit 86, namun Lo Vintoninto melakukan comeback gemilang melalui dua gol Miku dan Grendy Perozo. Hasil imbang 3-3 membawa kedua tim ke perempat final. Venezuela sebagai runner up di bawah Brasil, Paraguay berhak atas status peringkat tiga terbaik.

Di perempat final, Paraguay secara mengejutkan mengirim juara bertahan Brasil pulang lebih awal. Selecao yang juga menjadi favorit kuat juara setelah sehari sebelumnya Argentina tersingkir, gagal mengeksekusi empat tendangan penalti.

Sementara itu Venezuela mencatat sejarah untuk pertama kalinya ke semifinal dengan meraih kemenangan 2-1 atas Chile. Venezuela tercatat sebagai satu-satunya tim yang lolos ke semifinal tanpa harus melalui babak perpanjangan waktu.

Venezuela yang melaju ke perempat final saat menjadi tuan rumah Copa America 2007 lalu, juga mencatat hasil fantastis dengan belum pernah terkalahkan dari tiga tim kontestan Piala Dunia (Brasil, Chile, Paraguay) dan mengalahkan Ekuador.

Paraguay mencatat rekor unik dengan menjadi satu-satunya tim yang belum pernah menang namun melaju hingga semifinal. Pelatih Brasil, Mano Menezes usai tersingkir di perempat final mengatakan, "Kami tak beruntung, kami tersingkir dari tim yang belum pernah menang,"

Paraguay tercatat hanya sekali menang dalam delapan laga terakhir. Satu-satunya kemenangan diraih atas Rumania pada laga uji coba awal Juni lalu. Sisanya, Lucas Barrios dkk mencatat sekali kalah (lawan Bolivia) dan enam kali imbang.

Rekor Venezuela cukup impresif. Sejak kalah 0-3 dari juara dunia Spanyol (8/6), skuad Cesar Farias belum tersentuh kekalahan.

Venezuela dipastikan tanpa gelandang sentral Tomas Rincon yang mendapat kartu merah saat lawan Chile, sementara Paraguay tak diperkuat Antolin Alcaraz yang pada laga sebelumnya juga mendapat kartu merah karena berkelahi dengan gelandang Brasil, Lucas.

Bagaimana peluang kedua tim? Paraguay harus berani mengubah gaya bertahan ortodoks yang menjadi trademark mereka selama ini untuk keluar menyerang menembus pertahanan Vizcarrondo dkk. Paraguay punya pemain-pemain berkarakter menyerang pada Estigarribia, Riveros, Haedo Valdez, Santa Cruz, dan Barrios.

Sementara itu Venezuela bertekad mencatat sejarah menembus final. Selama ini di negara tersebut sepak bola masih kalah populer dari baseball bahkan mungkin telenovela. "Target kami sejak awal kompetisi tak berubah, kami ingin juara," tegas kiper Venezuela, Renny Vega.

Di final, pemenang dari laga ini akan berhadapan dengan Uruguay yang mengalahkan Peru 2-0 pada semifinal, Rabu (20/7).

Prakiraan susunan pemain:

Paraguay: Villar, Da Silva, Veron, Torres, Riveros, Vera, Barreto, Estigarribia, Caceres, Haedo Valdez, Barrios

Venezuela: Vega, Vizcarrondo, Rosales, Perozo, Cichero, Arango, Gonzalez, Lucena, Maldonado, Arismendi, Rondon (bola/zul)

 GO

Tuesday, July 19, 2011

Uruguay ke Final Copa Amerika

Video Pertandingan Uruguay VS Peru

szólj hozzá: Per 0-2 Uru


Performa hebat Luis Suarez membuat langkah Uruguay ke Final Copa America 2011 terasa mudah, Peru dikalahkan dengan skor 2-0 di Stadion Ciudad de La Plata, Rabu (20/7).

Alot adalah gambaran yang terjadi dalam laga babak pertama, baik Peru maupun Uruguay tidak sanggup menghadirkan tusukan-tusukan yang berarti, dua tim sama-sama memilih bermain rapat untuk main aman.

Tak heran gaya ini akhirnya membuat tidak banyak peluang tercipta, hanya sesekali Peru dan La Celeste mengiris pertahanan lawan dari kedua sisi lapangan (sektor sayap) meski begitu hasilnya nihil.

Bisa dibilang satu-satunya momen paling berarti adalah ketika gol Alvaro Pereira harus dianulir jelang babak pertama berakhir, wasit tepat mengambil keputusan terkait hal ini.

Sebab Pereira memang telah berada dalam posisi off side ketika ia meneruskan sundulan Diego Lugano ke jala gawang Peru. Skor kaca mata menutup babak pertama, kedua tim harus istirahat turun minum.

Strategi yang diberikan pelatih Uruguay, Oscar Tabarez, di masa istirahat nampaknya lebih ampuh, buktinya La Celeste kini menjadi agresif dan terus mendesak serta menekan Peru.

Alhasil gol akhirnya datang di menit 52, diawali oleh sebuah tembakan fantastis Diego Forlan dari jarak yang teramat jauh, bola ditepis kiper Peru, Raul Fernandez, namun bola rebound segera disambar Luis Suarez untuk membuat angka 1-0.

Ketajaman bomber milik klub Liverpool tersebut belum berhenti sampai di sana, selang 5 menit kemudian alias menit 57 gol kedua sanggup dilesakkan oleh Luis Suarez guna mengantarkan Uruguay unggul 2 bola dari Peru.

Sebuah crossing matang dari Alvaro pereira ia gocek di depan kotak penalti untuk menipu kiper lawan, sebuah penyelesaian ringan yang dingin membuat bola bergulir melewati garis gawang, Uruguay pun kian dekat ke Final.

Tertinggal 2-0 membuat tensi tinggi di pihak Peru, Juan Manuel Vargas sang kapten tak bisa menahan emosinya, ia mendapatkan kartu merah langsung setelah dianggap menghajar Coates dengan sikutnya.

Mendekati akhir interval 45 kedua, Peru sempat memberikan ancaman melalui tendangan keras Jose Paolo Guerrero, namun Muslera tampil istimewa seperti biasanya, dengan sebuah tip ia sanggup membendung peluang emas tersebut.

Hasil ini memastikan La Celeste Uruguay maju ke babak Final, mereka tinggal selangkah dari tangga juara, bakal menunggu pemenang antara Paraguay vs Venezuela yang berlangsung esok pagi, Kamis (21/7).

 GO

Preview: Menuju Final, Peru vs Uruguay

Tak banyak yang menduga Peru dan Uruguay yang bertanding pada laga kedua penyisihan Grup C kembali bertemu di semifinal Copa America 2011.

Kedua tim lolos ke empat besar setelah secara dramatis menyingkirkan lawan-lawannya di perempat final. Peru mengalahkan juara Grup A Kolombia melalui dua gol di babak perpanjangan waktu, sementara Uruguay menyingkirkan tuan rumah sekaligus favorit juara Argentina melalui babak adu penalti.

Uruguay dan Peru sama-sama tampil kurang konsisten selama penyisihan grup. Keduanya lolos dengan status runner up dan peringkat tiga terbaik. Sementara Chile yang menjadi juara Grup C, justru tersingkir di perempat final dari tim kejutan, Venezuela.

Uruguay hanya menang 1-0 atas Meksiko yang tampil dengan dengan skuad U23 untuk memastikan lolos ke perempat final. Peru tak jauh berbeda. Satu-satunya kemenangan diraih atas Meksiko, juga dengan skor 1-0.

Menghadapi Peru di semifinal, Uruguay dipastikan tanpa gelandang sentral Diego Perez yang mendapat kartu merah saat mengalahkan Argentina. Los Celeste juga belum bisa memainkan striker Napoli, Edinson Cavani.

Peru lolos ke semifinal berkat kegemilangan dua pemain utama mereka, gelandang sekaligus kapten Juan Vargas dan striker Paolo Guerrero. Keduanya menjadi tumpuan utama Peru ketika Jefferson Farfan dan Claudio Pizarro tak bisa tampil di Copa America karena cedera.

Pelatih Peru, Sergio Markarian, merupakan sosok pelatih senior Amerika Latin berkewarganegaraan Uruguay. Pelatih berusia 67 tahun itu pernah mengatakan, "Menghadapi Uruguay selalu menyakitkan saya karena secara emosional itu menjadi masalah bagi saya. Tapi saya harus melakukan pekerjaan saya sebaik mungkin untuk Peru. Namun saya lahir di Uruguay, saya cinta negara itu dan berharap mereka tampil baik di kompetisi ini," kata Markarian pada situs resmi FIFA.

Sepanjang sejarah Copa America, Peru dan Uruguay sudah bertemu empat kali. Uruguay unggul dengan dua kemenangan, sisanya sekali seri dan kalah. Hasil seri terjadi di penyisihan grup tahun ini.

"Ini akan menjadi pertandingan yang sangat rumit, Peru akan memberi kami pertandingan hebat seperti yang mereka lakukan (lawan Kolombia). Tapi kami tak punya pilihan selain datang dan menang. Kami punya kewajiban untuk diri sendiri dan suporter," kata pelatih Uruguay, Oscar Tabarez.

Setelah Argentina, Brasil, dan Chile tersingkir di perempat final, kini Uruguay menjadi kandidat kuat juara. Namun Copa America tahun ini telah menghadirkan kejutan sejak laga pembuka ketika Argentina ditahan imbang Bolivia.

Akankah Peru melanjutkan kejutan di Copa America dengan menyingkirkan Uruguay, semifinalis Piala Dunia 2010 sekaligus pemilik gelar terbanyak Copa America? Atau justru Uruguay yang melaju ke final?

Pertandingan Peru vs Uruguay menurut rencana akan disiarkan langsung oleh RCTI pada Rabu (20/7) pukul 07.45 WIB.

Prakiraan susunan pemain:

Peru: Fernandez – Revoredo, Ramos, Rodriguez, Vilchez – Lobaton, Balbin, Cruzado, Vargas – Chiroque, Guerrero

Uruguay: Muslera – Maxi Pereira, Lugano, Coates, Caceres – Alvaro Gonzalez, Eguren, Arevalo Ríos, Alvaro Pereira – Forlan, Suarez (bola/zul)

 GO

Sunday, July 17, 2011

Jepang Juara Piala Dunia Putri

Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Jepang berhasil membuahkan gelar juara dunia wanita setelah menaklukkan Amerika Serikat melalui adu penalti, Minggu (17/7) malam.

Jepang tertinggal dua kali dalam pertandingan, tetapi selalu mampu menyamakan kedudukan. Amerika Serikat melepas peluang juara ketika tiga eksekutor penalti mereka secara berturut-turut gagal menjalankan tugasnya.

Amerika Serikat tampil menyerang sejak awal pertandingan. Pada 20 menit pertama saja mereka sudah menghujani gawang Jepang dengan total 31 tembakan. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Tiga peluang mereka hanya membentur tiang gawang.

Alex Morgan membawa Amerika Serikat unggul pada menit ke-68 setelah menerima umpan silang akurat Megan Rapinoe. Tendangan Morgan melesat tak bisa dijangkau kiper Saki Kumagai.

Gol tersebut memicu reaksi perlawanan dari Jepang. Aya Miyama berhasil melesakkan gol penyama kedudukan pada menit ke-80 setelah dua bek Amerika Serikat, Rachel Buehler dan Alex Krieger, gagal menghalau umpan silang Homare Sawa.

Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Abby Wambach mengembalikan keunggulan Amerika serikat setelah menyundul masuk umpan akurat Morgan pada menit ke-104. Gol tersebut menjadi yang keempat bagi Wambach dalam empat laga beruntun.

Tidak tinggal diam, menit 117 Jepang kembali melesakkan gol balasan. Tendangan penjuru Sawa langsung menuju mulut gawang dan gagal antisipasi Wambach. Skor sama kuat 2-2, pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Shannon Boxx, Carli Lloyd, dan Tobin Heath gagal melaksanakan tugas sebagai tiga eksekutor pertama Amerika Serikat. Meski eksekusi Yuki Nagasato sempat digagalkan Hope Solo, Jepang sukses memastikan gelar melalui dua eksekusi terakhir Mizuho Sakaguchi dan Saki Kumagai.

Untuk kali pertama di pentas sepakbola internasional, Jepang berhasil merebut gelar juara dunia.

 GO